Foto Story Upacara Pernikahan Adat Jawa

By on 10-17-2011 in Album Foto, Foto Wedding

Foto Story Upacara Pernikahan Adat Jawa

Dalam adat Jawa, salah satu upacara yang dilakukan saat resepsi pernikahan berlangsung adalah upacara Panggih. Upacara panggih atau temu pengantin meliputi beberapa rangkaian acara. Kali ini Jogja Wedding akan menampilkan foto-foto liputan upacara Panggih pada Pernikahan Nurul dan Ahsan yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah.

  

Foto pertama adalah foto pernikahan saat pasangan pengantin akan bertemu (panggih). Foto bisa diambil dari sudut yang tidak umum agar terlihat artistik. Tampak pengantin perempuan dan laki-laki dengan diiringi masing-masing anggota keluarga bersiap-siap menuju tempat untuk lempar daun sirih. Di tangannya tergenggam gulungan daun sirih yang diikat dengan benang lawe. Selanjutnya pengantin perempuan dan laki-laki akan saling melempar gulungan daun sirih tersebut. Lemparan ini harus diarahkan tepat ke dada (jantung) pasangan. Acara lempar daun sirih atau istilah jawanya Balangan Gantal ini merupakan perlambang bahwa pasangan pengantin ini telah mengikat tali cinta dan akan bersama-sama menempuh pahit getarnya kehidupan.

Foto liputan pernikahan kedua adalah foto pada acara Wiji Dadi. Pengantin laki-laki akan menginjak telur sampai pecah. Kemudian pengantin perempuan akan membasuh kaki pengantin laki-laki. Foto ini adalah rekaman perlambang suci tugas pasangan pengantin untuk melanjutkan keturunan.

Foto pernikahan selanjutnya adalah dokumentasi acara Sinduran. Kedua orang tua pengantin perempuan akan membimbing kedua pasangan pengantin untuk menuju pelaminan. Terlihat di foto, ayah pengantin perempuan berjalan di depan menarik kain sindur. Pada fotobagian belakang tampak tangan ibunda mendorong dari belakang.

Foto pernikahan selanjutnya adalah foto acara Bobot Timbang. Ayahanda duduk di pelaminan dan memangku pasangan pengantin. Ibunda putri akan bertanya “Berat mana, Pak?”. Lalu ayahanda akan menjawab sama beratnya. Foto ini merupakan perlambang bahwa orang tua tidak membedakan cinta pada anak dan menantu.

Berikutnya adalah foto pernikahan pada saat acara Kacar Kucur. Tampak pada foto close up bahwa materi untuk acara kacar kucur adalah 7 jenis kacang-kacangan dicampur beras kuning dan uang receh. Pada foto pernikahan selanjutnya tampak bahwa pengantin laki-laki menuangkan campuran kacang, beras dan uang ke pangkuan pengantin perempuan. Lalu dengan hati-hati perempuan menerima dan membungkusnya . Foto ini melambangkan kewajiban suami untuk memberi nafkah kepada istri dan kewajiban istri untuk mengatur pemberian suami dengan bijaksana.

Foto pernikahan selanjutnya bercerita bahwa bungkusan tadi diberikan bersama-sama oleh mempelai kepada orang tua pihak perempuan. Tampak pada foto tersebut ekspresi bahagia yang tertangkap di wajah masing-masing orang.

Acara selanjutnya adalah Dhahar Klimah. Pada foto pernikahan ini tampak pasangan pengantin saling menyuap makanan dan minuman.

Dan foto terakhir adalah foto pernikahan pada saat acara Sungkeman. Tampak pada foto tersebut pengantin perempuan meminta restu kepada ayahanda. Sedang foto berikutnya menampilkan foto pengantinlaki-laki yang sedang meminta restu kepada ibundanya.

Pernikahan dalam adat apapun menyimpan perlambang yang penuh dengan nilai-nilai luhur. Jogja Wedding akan berusaha mendokumentasikan rangkaian cerita pernikahan Anda dalam sebuah rangkaian foto pernikahan yang indah nan artistik. Sehingga kelak foto-foto pernikahan yang Anda simpan ini bisa menjadi media kenangan tersendiri yang mampu bercerita kepada anak cucu Anda. Selamat berbahagia kepada pasangan pengantin Nurul danAhsan…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

best wordpress themes - 2012 themes wordpress - wordpress travel theme